Memilih AC untuk hunian atau kantor seringkali membingungkan, terutama saat Anda harus memilih antara teknologi Inverter dan Non-Inverter. Banyak orang menganggap bahwa AC Inverter lebih canggih dan hemat listrik, namun di sisi lain, muncul anggapan bahwa AC Non-Inverter justru lebih bandel dan tidak mudah rusak. Lantas, mana yang sebenarnya lebih awet untuk penggunaan jangka panjang?
Memahami Cara Kerja Keduanya
Sebelum membandingkan ketahanannya, Anda perlu memahami perbedaan mendasar cara kerja keduanya. AC Non-Inverter bekerja dengan sistem on-off. Artinya, kompresor akan bekerja dengan kecepatan penuh hingga suhu ruangan mencapai target, lalu mati total. Saat suhu ruangan mulai naik kembali, kompresor akan menyala lagi dengan tarikan listrik yang besar.
Sebaliknya, AC Inverter menggunakan teknologi yang lebih pintar. Kompresor pada unit ini tidak pernah mati total. Alih-alih berhenti, kompresor hanya akan menurunkan kecepatannya saat suhu ruangan sudah stabil. Hal inilah yang membuat konsumsi listrik menjadi jauh lebih hemat dan suhu ruangan tetap terjaga secara konsisten.
Mana yang Lebih Cepat Rusak?
Jika kita berbicara mengenai keawetan fisik mesin, sebenarnya kedua jenis AC ini memiliki standar pabrik yang sangat baik. Namun, AC Inverter memiliki lebih banyak komponen elektronik atau Printed Circuit Board (PCB) di dalam unit outdoor-nya. Komponen ini sangat sensitif terhadap fluktuasi tegangan listrik dan kebersihan udara.
Di sisi lain, AC Non-Inverter memiliki komponen yang lebih sederhana. Karena kesederhanaan sistemnya, banyak teknisi menganggap jenis ini lebih tahan banting terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem atau listrik yang tidak stabil. Namun, hal ini bukan berarti AC Inverter adalah pilihan yang buruk. Jika Anda memberikan perawatan yang tepat, AC Inverter justru bisa bertahan sangat lama karena kompresornya tidak mengalami tekanan besar akibat sistem stop-start yang berulang-ulang seperti pada tipe konvensional.
Faktor Utama yang Mempengaruhi Keawetan AC
Ketahanan sebuah unit pendingin ruangan sebenarnya tidak hanya bergantung pada teknologinya, tetapi juga pada bagaimana Anda mengoperasikannya. Berikut adalah faktor yang menentukan masa pakai AC Anda:
Kestabilan Tegangan Listrik: AC Inverter memerlukan aliran listrik yang sangat stabil agar komponen sensornya tidak mudah terbakar. Gunakan stabilizer jika listrik di area Anda sering naik-turun.
Frekuensi Pembersihan: Debu yang menumpuk pada filter dan evaporator memaksa kompresor bekerja lebih keras. Baik itu tipe Inverter maupun standar, kebersihan adalah kunci utama umur panjang mesin.
Kualitas Pemasangan: Pemasangan yang tidak sesuai standar, seperti pipa yang bocor atau proses vakum yang tidak sempurna, akan merusak kompresor dalam waktu singkat.
Tips Rahasia: Perawatan AC Inverter Agar Awet
Khusus bagi pengguna AC Inverter, ada satu rahasia agar unit Anda tidak cepat masuk bengkel: Jangan pernah mengabaikan jadwal cuci AC. Karena komponennya lebih kompleks, kotoran yang menyumbat sirkulasi udara akan membuat sensor panas bekerja lebih cepat dari seharusnya. Hal ini bisa memicu kerusakan pada modul PCB yang harganya cukup menguras kantong.
Selain itu, pastikan Anda menggunakan jasa teknisi yang benar-benar paham cara menangani sistem Inverter. Penanganan yang salah saat pengisian freon atau pengecekan modul dapat berakibat fatal bagi unit Anda.
Penutup
Jadi, mana yang lebih awet? Jawabannya adalah unit yang paling rajin dirawat. AC Non-Inverter mungkin lebih “tahan banting” terhadap kondisi listrik yang buruk, namun AC Inverter menawarkan kenyamanan dan efisiensi yang luar biasa jika Anda berkomitmen pada perawatan rutin.
Apapun pilihan Anda, pastikan Anda melakukan servis secara berkala setiap 3-4 bulan sekali. Dengan menjaga kebersihan unit, Anda tidak hanya memperpanjang umur AC, tetapi juga menjaga udara di dalam ruangan tetap sehat bagi keluarga.